Ayah Bakul Tahu dan Mimpi Anakku


Di balik brong tahu warna biru yang berisi tahu putih
Kuhitung sisa hari dengan jemari yang letih
Menggayuh sepeda ontel menyusuri jalanan sepi
Membawa harapan yang tak pernah mati

Tahu demi tahu kujajakan setiap hari
Demi sekeping koin untuk biaya sekolahmu nanti
Biarlah pundak ayah yang lebam dan berpeluh
Asalkan langkah kakimu tidak pernah runtuh

Nak, lihatlah guratan kasar di tangan ayahmu ini
Hasil berteman dengan api dan air cuka setiap hari
Ayah rela merasakan susahnya mencari nafkah yang perih
Agar jalan masa depanmu menjadi bersih dan rapi

Jangan seperti ayah yang hidupnya tertatih
Terikat beban bakul yang berat dan menyedih
Ayah ingin melihatmu duduk di kursi kesuksesan
Menjadi orang hebat yang penuh dengan kemuliaan

Belajarlah yang tekun di bawah lampu yang temaram
Gantungkan mimpimu setinggi langit yang dalam
Biarlah keringat ayah yang membasuh perihnya dunia
Asalkan esok hari, engkau hidup bahagia dan mulia

----oOo----