This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Utama raya Situbondo

20-21 Oktober 2021 di Utama Raya Situbondo bersama keluarga.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Pantai Duta

20/10/2021 Berempat di Pantai Duta Probolinggo.

Wisuda

Wisuda Sarjana Universitas Mercu Buana Jakarta 2019.

Utama Raya

21/10/2021 Makan pagi hari di utama raya bersama keluarga.

Telaga Sarangan

15/05/2022 Pagi hari jalan-jalan di sekitar telaga sarangan bersama keluarga.

Dipinggir Telaga Sarangan

15/05/2022 Di pagi hari duduk sendiri main HP dipinggir Telaga Saragan.

Duduk-duduk di depan rumah

26 September 2026 lagi duduk-duduk di depan rumah

Kisah Pak Wi dan Udin

Setiap subuh, saat langit masih gelap, aroma kedelai rebus sudah mengepul di rumah kecil Pak Wi. Bakul tahu keliling adalah sumber penghidupan satu-satunya. Namun, di balik peluh dan keranjang tahu yang berat, tersimpan impian besar untuk putra semata wayangnya, Udin.

Sepeda gayuh tua Pak Wi adalah saksi bisu perjuangan itu. Agar Udin bisa bersekolah dan menggapai cita-citanya, Pak Wi setiap hari mengayuh sepeda dengan beban ganda: dagangan tahu dan Udin kecil. Udin kecil sering duduk manis di atas papan kayu yang dipasang di antara dua keranjang besar tahu (brong tahu), tepat di boncengan belakang. Dengan seragam putih merahnya, Udin belajar bersabar dan melihat ayahnya berjuang menapaki jalanan menanjak. Hujan maupun panas, Pak Wi tak pernah lelah mengantar jemput Udin, memastikan anaknya mendapatkan pendidikan yang layak.

Perjuangan itu tidak sia-sia. Berkat untaian doa dan keringat Pak Wi, Udin tumbuh menjadi pemuda cerdas dan akhirnya berhasil menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS). Hari di mana Udin dilantik sebagai PNS adalah hari paling membanggakan bagi Pak Wi.

Kini, Pak Wi telah tiada, dan Udin telah purna tugas dari pengabdiannya sebagai PNS. Meski sosok ayahnya tak lagi di dunia, kenangan masa kecil di atas sepeda gayuh itu tetap abadi. Udin sadar, setiap kayuhan sepeda ayahnya dulu adalah doa dan pengorbanan cinta yang tak ternilai. Doa tulus Udin senantiasa mengiringi almarhum ayahnya, semoga Pak Wi tenang dan bahagia di sisiNya.

--oOo--

Perjalanan Anak Bakul Tahu


Pagi-pagi sekali, ketika embun masih memeluk genting rumah-rumah petak di sudut kota, suara gesekan bambu dan bau kedelai rebus yang khas telah menjadi alarm alami bagi rumah kami. Di dapur yang sempit itu, Bapak sudah sibuk mengepulkan uap dari kuali besar. Beliau adalah seorang bakul tahu keliling—pria paruh baya dengan otot lengan yang kokoh karena setiap hari menumbuk kedelai dan memikul dagangan.

Bagi anak-anak sebayaku, berangkat sekolah mungkin diantar dengan sepeda motor mengilap atau mobil jemputan yang nyaman. Namun, bagiku, kendaraan paling megah di dunia adalah sebuah sepeda gayuh tua bermerek Phoenix milik Bapak.

Di atas boncengan belakang sepeda itu, tepat di atas dua kotak kayu tempat tahu putih dan tahu goreng tersusun rapi, sebuah jok tambahan kecil telah dipasang khusus untukku. Setiap hari, dengan setia dan sabar, Bapak mengantarku ke gerbang sekolah.

"Pegangan yang kuat, Nak. Sekolah yang bener, biar besok nggak capek kayak Bapak," ucapnya selalu setiap kali aku naik ke boncengan, dengan tangan kasapnya merapikan kerah seragamku.

Dunia anak-anak kadang penuh gengsi. Di tahun-tahun awal sekolah dasar, aku sempat merasa malu. Bau asam tahu yang samar kerap melekat di seragamku, membuat beberapa teman menutup hidung. Namun, rasa malu itu selalu menguap setiap kali aku menoleh ke belakang dan melihat senyum tulus Bapak yang bercucuran keringat, mengayuh pedal sepeda menanjak jembatan demi membawaku meraih masa depan. Di atas tumpukan tahu itulah mimpi-mimpiku dirajut.

Hari berganti hari, tahun berganti tahun. Sepeda ontel itu menjadi saksi bisu perjalanan akademisku. Dari SD hingga aku diterima di sebuah perguruan tinggi negeri, roda sepeda Bapak terus berputar tanpa kenal lelah. Hujan maupun terik matahari tak pernah menyurutkan langkahnya mengantar dan menjemputku. Uang receh hasil penjualan tahu demi tahu ia kumpulkan, dipilah-pilah dengan teliti di bawah lampu petromak, khusus untuk membayar uang semesteran dan membelikanku buku.

Berbekal doa, ketulusan cinta seorang bakul tahu, serta semangat pantang menyerah yang diwariskan Bapak, aku berhasil menyelesaikan pendidikanku. Tak berhenti sampai di situ, lembaran hidup baru terbuka ketika aku lolos seleksi pegawai negeri sipil (PNS). Saat pertama kali mengenakan seragam khaki lengkap dengan lencananya, orang pertama yang kudekati adalah Bapak. Kuarahkan beliau untuk duduk di kursi ruang tamu, lalu kukenakan peci hitamku ke kepalanya sambil berkata, "Bapak, anakmu sekarang sudah jadi abdi negara. Semua ini berkat keringat di atas sepeda ontel itu." Bapak hanya bisa terdiam, memelukku erat, sementara air mata tua menetes di pipinya yang keriput.

Waktu berlalu begitu cepat. Puluhan tahun aku mengabdi sebagai PNS, mendedikasikan diri untuk melayani masyarakat, sebuah amanah yang selalu diingatkan Bapak agar kujaga dengan jujur.
Kini, roda waktu telah berputar penuh. Usia telah senja menyapa, dan kemarin, upacara kecil di kantor menandai hari terakhir pengabdianku. Aku telah resmi pensiun dari dunia birokrasi, mengakhiri karier panjang dengan kepala tegak dan hati yang penuh rasa syukur.

Namun, di balik kebanggaan pencapaian akademik dan profesional ini, ada satu hal yang paling kurindukan: boncengan sepeda tua itu dan sosok Bapak yang kini telah berpulang ke Rahmatullah.
Terima kasih, Ayahku tercinta. Perjuanganmu, kesetiaanmu mengantar jemputku di atas tumpukan tahu, adalah sekolah kehidupan terbaik yang pernah ada di dunia ini. Semoga engkau senantiasa berbahagia di sisi-Nya. Doa-doaku tak pernah putus memohonkan ampun dan kasih sayang Sang Maha Kuasa untukmu.

Syarat Catin



PERSARATAN CATIN Pi:
1.Srt pengantar Rt-Rw
2.Fc KK,KTP orangtua
3.Fc KTP,AKTA KELAHIRAN,IJAZAH catin
4.Surat Ket sehat dr Puskesmas
5.Pas foto begron biru ukuran 2x3=4 lbr, 4x6=2 lbr ( pakean bebas rapi) berjilbab lbh baik.Harus foto stodio tdk boleh foto HP.
6.Fc KTP saksi
Keterangan: semua dokumen yg difoto copi rangkap 2 lbr.

PETSARATAN CATIN Pa:
1.Blangko N1,N2,dan N4
2.Surat Ket.pindah nikah dari Kelurahan
3.Rekomendasi KUA
4.Surat ket.sehat dari Puskesmas.
5.Fc KK,KTP orangtua
6.Fc KTP,AKTA KELAHIRAN,IJAZAH catin
7.Fc saksi
8.Pas foto begron biru ukuran 2x3=4 lbr, 4x6=2 lbr.( pakean bebas rapi ) berkopyah lbh baik.Foto tdk boleh pakean Kaos.Foto harus stodio tdk boleh foto HP.

Dokumen yg difo kopi rangkap 2 lbr.

Lagu Film AFSANA PYAR KA

Film AFSANA PYAR KA
Film
Film
Film
Film
Film
Film

Lagu-lagu Film ROMANCE Kumar Gaurave

Film Romance
Film ROMANCE yang dibintangi Kumar Gaurav, Poonam Dhillon, Shammi Kapoor sebagai pemeran utama, dirilis pada tahun 1983. Lagu ini dinyanyikan oleh Lata Mangeshkar, Amit Kumar dan musik disediakan oleh RD Burman,
Lagu: DIL KE AASMAN PE GHAM KI GHATA CHHAYI Penyanyi: LATA MANGESHKAR, AMIT KUMAR Sutradara Musik: RD BURMAN Penulis lirik: ANAND BAKSHI

Film Romance
Lagu: YEH ZINDAGI KUCH BHI SAHI Penyanyi: RD BURMAN Sutradara Musik: RD BURMAN Penulis Lirik: ANAND BAKSHI

Film Romance
Lagu: O MY GOD TUM MUJHSE KARTE HO Penyanyi: LATA MANGESHKAR, AMIT KUMAR Sutradara Musik: RD BURMAN Penulis Lirik: ANAND BAKSHI
Film
Film

Lagu-lagu Film TERI Kasam - Kumar Gaurav

Film
Film
Film
Film
Film YY
Film
Film
Film
Film

Lagu Film India

Film SAJAAN

Film DIL

Film LOVE STORY
Film EK LADKA EK LADKI
Film DIL HAI KA MANTA NAHIN HAI
Film Kuch Kuch Ho Ta Hai

Film AFSANA PYAR KA

DILWALE
Film
Film


YANG INI TONTON DI YOUTUBE YA .....
Film NAZEEB

Film Betaab